Quantcast

Travel in Makassar and Toraja, Indonesia, with whl.travel

  • whl.travel
  • 9 September 2011

SILAKAN LIHAT DI BAWAH INI UNTUK ARTIKEL INI DALAM BAHASA INDONESIA / SEE BELOW FOR THIS MESSAGE IN INDONESIAN

At the heart of Indonesia’s South Sulawesi territory lies the vibrant provincial capital of Makassar. Formerly known as Ujung Pandang, the city has for centuries made its mark in Indonesian history as a bustling port. Today it’s a sprawling metropolis, still rich in history and culture – a perfect gateway from which to discover the rest of South Sulawesi and East Indonesia.

These 'Pinisi' can be found at Paotere sailing boat harbour, one of the points of interest in Makassar, Indonesia.

These 'Pinisi' can be found at Paotere sailing boat harbour, one of the points of interest in Makassar, Indonesia. Many pinisi are now used as live-aboard boats for tourism purposes in Indonesian waters, especially for diving. Photo courtesy of Ng Sebastian

Of particular interest is Tana Toraja, or “Torajaland,” a highland region that sits peacefully in the mountains more than 300 kilometres north of Makassar. This “Land of Heavenly Kings” is home to the indigenous Toraja people, who are known for their unique funeral rites, traditional houses with high-peaked roofs called tongkonan and their friendly and hospitable nature.

As a base of operations, though, the city of Makassar has something to offer to urbanites and outdoor enthusiasts alike. In town, a Makassar city tour takes visitors to see the most important cultural and historical icons, such as Fort Rotterdam, which was built during the Gowa/Makassar Kingdom in the 15th century and taken over by the Dutch in 17th century, Katangka Mosque, the oldest in the city, and Paotere Harbour, where you will find the traditional Pinisi sailboats.

The nature reserve of Bantimurung, located a short distance from Makassar, provides a snapshot of Sulawesi’s captivating natural beauty, while the Leang-Leang Caves, which can be covered as part of the same tour, opens a window into the lives of some of mankind’s ancient ancestors. Alternatively, sun-seekers can opt for a visit to Samalona Island, one of several neighbouring isles where guests can spend a day toasting under the sun on a powdery white-sand beach or go skin diving amongst thriving coral reefs. These are just a few of the many things to see and do in Makassar.

Of course, even further afield, various Tana Toraja tours allow travellers to immerse themselves in the traditional village life of the Toraja people, see the ancient graves where they bury their dead and walk through the region’s extensive, picturesque rice paddies.

A village of traditional Toraja houses, called Tongkonan houses, found in Tana Toraja highlands of Sulawesi, about 300 kilometres north of Makassar, Indonesia

A village of traditional Toraja houses, called Tongkonan houses, found in Tana Toraja highlands of Sulawesi, about 300 kilometres north of Makassar, Indonesia. Photo courtesy of Ng Sebastian

The new portal to Makassar and Toraja is now proudly owned by Ng Sebastian and the rest of his team at Incito Tours, also the local connection in nearby Komodo and the Lesser Sunda Islands. The launch of www.makassar-hotels.com gives travellers direct access to Makassar and Toraja hotels for every budget, as well as insight into the best places for shopping and eating, all of which contribute to an ideal getaway experience.

“Makassar and Toraja are destinations I know well as I live in Makassar and I started my tourism involvement here back in 1987 as a tour guide,” Sebastian gladly shares. “Makassar is my home base and my involvement in tourism at the destination is far more extensive than what I started 24 years ago. My whole life since then seems to be devoted to tourism, not only as a field where I earn my living, but also where I share my passion with others to make the destination better developed through my participation in various tourism activities. Operating the Makassar & Toraja portal, I talk about tourism but also take action in serving would-be visitors through the latest tourism trend: the use of information technology in planning the trips. whl.travel provides a great platform to work with, and there is always someone to help us out.”

Makassar is whl.travel’s newest travel portal in Indonesia, adding to those for Aceh and Komodo & Lesser Sunda Islands.

———-

IN INDONESIAN / DALAM BAHASA INDONESIA:

Datanglah ke Makassar dan Toraja – Indonesia bersama whl.travel

Di jantung Indonesia terletak Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Makassar adalah salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Ini tidak mengherankan karena Makassar yang dulu sempat dinamakan Ujung Pandang ini adalah Bandar Perdagangan yang ramai sejak berabad silam. Saat ini Makassar adalah kota metropolitan yang terus tumbuh dengan warisan budaya yang kaya serta latar belakang sejarah yang kuat. Makassar adalah pintu gerbang yang ideal untuk menjelajahi Sulawesi Selatan, Pulau Sulawesi dan Indonesia Timur pada umumnya.

This closeup of the facade of a Tongkonan House shows some of the characteristic items, each of which is important in the Toraja culture of Sulawesi, Indonesia

This closeup of the facade of a Tongkonan House shows some of the characteristic items, each of which is important in the Toraja culture of Sulawesi, Indonesia. There are more than 100 Toraja house-engraving patterns, each of which has a name and a meaning. Photo courtesy of Ng Sebastian

Berjalan ke utara anda akan menemukan Tana Toraja, yang bertengger di ketinggian pegunungan di jantung Sulawesi, sekitar 328 km dari Makassar. Tana Toraja yang dinamakan juga sebagai “Tondok Lepongan Bulan, Tana Matarik Allo” ini terkenal karena keunikan budayanya yang terjelma dalam Rumah Tongkonan, upacara penguburan serta masyarakatnya yang ramah dan bersahabat.

Makassar menawarkan daya tarik perkotaan dan juga aneka kegiatan luar ruang bagi pengunjungnya. City Tour Makassar mengantarkan wisatawan ke berbagai Ikon Kota Makassar seperti Fort Rotterdam yang dibangun oleh Raja – raja Gowa tetapi kemudian diambil alih oleh Belanda pada tahun 1667 setelah perang selama 7 tahun, Mesjid Katangka dan juga Pelabuhan Paotere dengan Perahu Pinisinya.

Melangkah sedikit ke Timur dari Makassar anda akan memasuki Bantimurung yang merupakan etalase keindahan alam dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Babul) dengan air terjun, hutan tropis, gua – gua eksotis serta kupu – kupunya. Berdekatan dengan Bantimurung anda akan menemukan Gua Leang – Leang di mana anda seperti menengok dari jendela ke kehidupan prasejarah. Semua ini terangkum dalam tour yang sama. Sementara bagi anda yang suka dengan keceriaan di pantai dan laut, Pulau Samalona dan pulau lain di sekitarnya menanti dengan pasir putih dan air yang jernih serta keindahan bawa lautnya mengundang anda untuk menikmatinya. Semua ini hanya bagian kecil dari aneka Daya Tarik Makassar.

Aneka Paket Wisata Toraja memungkinkan pengunjung untuk merasuk jauh kedalam kehidupan Toraja dengan daya tarik budayanya yang erat berkaitan dengan penghargaan yang tinggi kepada nenek moyang melalui kuburan dan upacara pemakaman. Alam Toraja yang menawan dengan pemandangannya yang indah dan persawahan yang memikat mengundang pelintas alam menikmatinya.

Toraja girl in traditional costume, Sulawesi, Indonesia

A Toraja girl in traditional costume, Sulawesi, Indonesia. Photo courtesy of Ng Sebastian

Portal Makassar dan Toraja sekarang dimiliki oleh Ng Sebastian dan timnya di Incito Tour yang juga merupakan pemilik dari Portal Komodo & Kepulauan Nusa Tenggara. Peluncuran www.makassar-hotels.com memungkinkan pengunjung mendapat gambaran yang lebih jelas tentang berbagai Hotel di Makassar dan Toraja. Pengunjung juga ditunjukan tempat – tempat belanja dan makan terbaik sehingga melengkapi pengalaman perjalanan.

“Makassar dan Toraja adalah destinasi yang saya kenal dengan baik karena saya tinggal di Makassar serta keterlibatan saya dalam dunia kepariwisataan dimulai di sini pada tahun 1987 sebagai Pramuwisata”. Demikian dikatakan Sebastian. “Makassar adalah di mana saya berada dan keterlibatan saya dalam dunia pariwisata destinasi ini jauh lebih luas daripada apa yang saya mulai 24 tahun lalu. Sejak itu kehidupan saya tercurah dalam kepariwisataan tidak hanya sebagai lahan tempat saya menghidupi diri tetapi juga tempat di mana saya berbagi dengan sesama untuk memajukan kepariwisataan di destinasi ini. Dengan meluncurkan Portal Makassar dan Toraja saya tidak hanya berbicara tetapi juga berbuat langsung dalam melayani calon wisatawan melalui trend perencanaan perjalanan paling mutakir, yaitu penggunaan Teknologi Informasi (Internet). Whl.travel mempunyai platform sistem yang andal dan selalu ada orang yang bisa ditanyai jika menemukan persoalan”.

Makassar adalah portal di Indonesia yang paling baru untuk melengkapi portal lain yang telah ada sebelumnya yaitu Aceh dan Komodo & Kepulauan Nusa Tenggara.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

whl.travel

whl.travel is one of the largest global online travel-booking networks catering to independent travelers headed off the beaten path, often in the developing world. The extensive whl.travel network today taps into the strengths of local tourism experts who, alone, are local leaders, but together have become a forceful planet-wide presence for the right kind of tourism, bringing to major markets all the local opportunities that can have such a positive impact on hosts and visitors. Visit the whl.travel website.
Spread The Word:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • Posterous
  • Reddit

adventure travel, Asia, cities, ecotours, indigenous culture, Indonesia, islands, local knowledge, new local connections, South-Eastern Asia, WHL Group news, whl.travel,

One Response to “Travel in Makassar and Toraja, Indonesia, with whl.travel”

  1. Teamworkz says:

    Congratulations on the launch, I’m looking forward to finding out more about this fascinating destination

Leave a Reply